DAPIL

Bolone Dhewe

 

Junaidi Elvis menjadi calon legislatif dari Partai Golkar Nomer urut 7 daerah pemilihan Jawa Tengah X.

 

Kota PekalonganGambar Peta Jalan Kota Pekalongan

Aspek Demografi

Jumlah penduduk Kota Pekalongan pada tahun 2016 berdasarkan proyeksi BPS Kota Pekalongan sebanyak 299.222 jiwa, terdiri dari 149.623 jiwa laki-laki dan 149.599 jiwa perempuan. Terlihat bahwa penduduk laki-laki lebih banyak daripada perempuan, dengan angka sex rasio sebesar 100,03 yang berarti bahwa setiap 100 penduduk perempuan terdapat 100,016 penduduk laki-laki. Jumlah penduduk Kota Pekalongan dan berdasarkan jenis kelaminnya, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.4 Jumlah Penduduk Kota Pekalongan Tahun 2012 – 2016

Laju pertumbuhan penduduk Kota Pekalongan relatif terus meningkat dalam kisaran 0,79% sampai 1%. Pertumbuhan penduduk tertinggi selama lima tahun dari tahun 2012-2016 terjadi pada tahun 2013 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 1%. Tingkat pertumbuhan penduduk terendah terjadi pada tahun 2012 seesar 0.92%. Adapun tingkat pertumbuhan pada tahun 2014 menurun menjadi sebesar 0.94%. Laju pertumbuhan penduduk selema tahun 2012-2016 rata-rata sebesar 0.78% per tahun. Hal ini jauh lebih baik dari lima tahun sebelumnya yang sebesar 0.83% per tahun.

Tabel 2.5 Laju Pertumbuhan Penduduk Kota Pekalongan

Tahun 2012-2016

Kepadatan penduduk Kota Pekalongan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Seiring dengan bertambahnya penduduk yang lahir, penduduk yang meninggal, migrasi masuk ke kota Pekalongan dan keluar Kota Pekalongan kepadatan penduduk per kilometer persegi mengalami peningkatan. Kepadatan penduduk terendah terjadi pada tahun 2012 sebesar 6.416,51 jiwa/km2 dan tertinggi tahun 2016 sebesar 6.612.64 jiwa/km2. Berikut disajikan dalam tabel kepadatan penduduk dari tahun 2012-2016.

Tabel 2.6 Kepadatan Penduduk Kota Pekalongan

Tahun 2012-2016

Jumlah penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja dan berpendidikan tertinggi yang ditamatkan di Kota Pekalongan pada Tahun 2012, pendidikan SD ke bawah sebanyak 58.748 jiwa (44,56%), diikuti SMP sebanyak 28.316 (21,48%) dan Sekolah Menengah (SM) sebanyak 44.762 jiwa (33,96%). Adapun jumlah penduduk yang berumur 15 tahun keatas yang bekerja pada tahun 2012 berjumlah 131.826 jiwa. Secara bertahap selama lima tahun, struktur pekerja yang lulusan SD kebawah semakin berkurang baik secara persentase maupun jumlah. Demikian juga struktur pekerja pada pendidikan SLTP selama lima tahun baik dalam jumlah kuantitatif maupun persentase mengalami perbaikan namun tidak signifikan. Pada tahun 2016 terjadi peningkatan komposisi tenaga kerja dengan minimal lulusan SM (Sekolah Menengah) ke atas sebesar 37.61%.

Tabel 2.7 Penduduk Kota Pekalongan Berumur 15 Tahun ke atas yang

Bekerja Tahun 2012-2016

Gambar 2.9 mampu menjelaskan bahwa dilihat dari struktur penduduk Kota Pekalongan, penduduk kelompok 20-24 tahun sebanyak 28.844 jiwa (9,64%), penduduk kelompok 15-19 tahun sebanyak 28.115 jiwa (9,40%) dan penduduk kelompok 5-9 tahun sebanyak 25.417 jiwa (8,49%) adalah tiga kelompok tertinggi kelompok usia muda yang cukup produktif. Pada tiga besar tersebut merupakan kelompok usia produktif yang masih bersekolah dan dalam tahap usia sekolah.

Tabel 2.8 Jumlah Penduduk Kota Pekalongan Tahun 2016

Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin (Jiwa)

Gambar Peta Wisata Kota Pekalongan

Gambar Peta Kelurahan Kota Pekalongan

 

Sumber : Rancangan Awal RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2016-2021)

 

 

KABUPATEN PEKALONGAN

Gambar Peta Administrasi Kabupaten Pekalongan

peta administrasi

 

 

Gambar Peta Infrastruktur Kabupaten Pekalongan

peta infrastruktur

 

 

Gambar Peta Jalan Kabupaten Pekalongan

peta jalan 

 

 

Gambar Peta Kecamatan Pekalongan

peta kecamatan

 

1.Kependudukan

       1.1. Laju pertumbuhan penduduk

Pada tahun 2016, jumlah penduduk di Kabupaten Pekalongan tercatat sebanyak 880.092 jiwa yang terdiri dari 437.203 penduduk laki-laki dan 442.889 penduduk perempuan. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2015, angka ini meningkat sebesar 0,70 persen atau bertambah sebanyak 6.120 jiwa.

Dilihat dari sex rationya yang kurang dari 100, yakni 98,72 maka terlihat penduduk di kabupaten pekalongan selama tahun 2016 lebih banyak kaum perempuannya bila dibandingkan jumlah laki-lakinya.

1.2.  Persebaran  dan  kepadatan Penduduk

Penyebaran penduduk Kabupaten Pekalongan belum begitu merata. Hal ini terlihat dari angka kepadatan penduduk antar kecamatan yang berbeda cukup signifikan. Angka kepadatan penduduk didapat dari perbandingan antara jumlah penduduk dibandingkan dengan luas wilayahnya.

Pada tahun 2016, kepadatan penduduk Kabupaten Pekalongan mencapai 1.053 jiwa/km2 . Jika dilihat per kecamatan, ada dua kecamatan dengan tingkat kepadatan yang rendah dibandingkan dengan kecamatan lainnya ( dibawah 200 jiwa/km2 ), yakni kecamatan Lebakbarang dan Petungkriono.

Sebaliknya, ada empat kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduknya sudah mencapai diatas 4.000 jiwa/km2 yaitu Kedungwuni, Buaran, Wiradesa dan Tirto.satu

2 3 empat lima

KABUPATEN PEMALANG

Kabupaten Pemalang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di pantai utara Pulau Jawa. Secara astronomis Kabupaten Pemalang terletak antara 1090 17′ 30″ – 1090 40′ 30″ BT dan 80 52′ 30″ – 70 20′ 11″ LS.

Dari Semarang (Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah), Kabupaten ini berjarak kira-kira 135 Km ke arah barat, atau jika ditempuh dengan kendaraan darat memakan waktu lebih kurang 2-3 jam. Kabupaten Pemalang memiliki luas wilayah sebesar 1.115,30 km2. Wilayah ini di sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa, di sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Purbalingga dan di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Tegal. Dengan demikian Kabupaten Pemalang memiliki posisi yang strategis, baik dari sisi perdagangan maupun pemerintahan.

Kabupaten Pemalang memiliki topografi bervariasi. Bagian Utara merupakan daerah pantai dengan ketinggian berkisar antara 1-5 meter di atas permukaan laut. Bagian tengah merupakan dataran rendah yang subur dengan ketinggian 6-15 m di atas permukaan laut dan bagian Selatan merupakan dataran tinggi dan pengunungan yang subur serta berhawa sejuk dengan ketinggian 16-925 m di atas permukaan laut. Wilayah Kabupaten Pemalang ini dilintasi dua buah sungai besar yaitu Sungai Waluh dan Sungai Comal yang menjadikan sebagian besar wilayahnya merupakan daerah aliran sungai yang subur.
Secara administratif Kabupaten Pemalang terdiri atas 14 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Pemalang, kecamatan-kecamatan tersebut adalah Pemalang, Taman, Petarukan, Bantarbolang,  Randudongkal,  Moga, Warungpring,  Belik,  Pulosari,  Watukumpul,  Ampelgading,  Bodeh,  Comal,  dan Ulujami.

Kabupaten Pemalang di kenal pula mempunyai banyak produk unggulan seperta Sentra tenun ATBM, konveksi, kerajinan kulit ular, dan sapu glagah, dan masih banyak potensi yang bisa di gali di bumi Pemalang tersebut.
Selain itu pula Pemalang mempunyai  keragaman seni budaya yang masih di lestarikan diantaranya sintren, kuntulan, dsb, dan untuk kuliner Pemalang mempunyai bebrapa makanan khas seperti Grombyang, sate Loso, Lontong Dekem, Tahu Campur, Apem comal, khamir arab dsb.

Fasilitas kesehatan dilayani oleh 1 rumah sakit umum daerah dan 3 rumah sakit umum swasta 22 puskesmas induk 65 puskesmas pembantu dan 22 unit puskesmas keliling dengan 103 orang dokter umum 21 orang dokter gigi, 24 dokter spesialis, 473 orang bidan dan 542 perawat, dilengkapi dengan 55 apotek dan 9 toko obat yang kesemuanya siap membantu perawatan kesehatan masyarakat Pemalang.

Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Kabupaten Pemalang terus menggiatkan proses pendidikan yang terpadu dan berkesinambungan difasilitasi dengan 350 Sekolah Taman Kanak-kanak, 2 buah Sekolah Luar Biasa, 868 SD/MI, 161 SMP/MTS, 37 SMA/MA, 29 SMK dan 3 buah perguruan tinggi menjadikan sumberdaya manusia yang berkualitas dan mandiri.

Layanan jasa perbankan di Kabupaten Pemalang dilayani oleh 4 buah Bank milik pemerintah BRI, BNI, Bank Mandiri dan Bank Jateng dan 7 buah bank swasta nasional seperti BCA, Bank Muamalat, Bank Danamon, CIMBNIAGA, Bank Mega, Bank Sinar Mas dan BTPN serta bank milik pemerintah daerah sebanyak 3 buah yaitu BPR, BKK, dan Bank Pasar.

Wilayah kabupaten Pemalang mendapatkan suplai energi listrik dari satu gardu induk yang telah mampu menjangkau 100% kebutuhan energy listrik perkotaan maupun pedesaan.

Kebutuhan akan air bersih dilayani oleh Perusahaan Daerah Air Minum dengan memanfaatkan sumber air gunung. Sementara itu sungai, telaga dan sumur galian tetap dimanfaatkan karena sumber airnya yang sangat melimpah bersih dan segar.

Kabupaten Pemalang memiliki jalan Negara sepanjang 32,43 km, jalan Propinsi 99,52 km dan jalan Kabupaten sepanjang 651,97 km dengan ketersediaan armada transportasi yang melayani transportasi antar kota antar propinsi maupun dalam propinsi. Untuk melayani kebutuhan komunikasi tersedia jaringan komunikasi dengan kapasitas sentral 8.596 ssp dengan jaringan internet dan telepon yang tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Pemalang sehingga akan memudahkan kebutuhan komunikasi.

Kandungan sumber daya alam yang paling potensial di Kabupaten Pemalang khususnya pemalang bagian selatan yang terletak di lereng Gunung Slamet adalah berupa Tambang Diorit, Kaolin, Batu Gamping, dan Batu Marmer.

Pasar Sayur dan Buah kini telah berdiri di Pemalang dan menjadi sub terminal agrobisnis kecamatan penghasil komoditi sayur dan buah juga dimaksudkan sebagai pusat bisnis ekonomi masyarakat antar dan inter daerah.

Kegiatan ekonomi rakyat yang menjadi andalan di Kabupaten Pemalang adalah industri kecil pakaian jadi atau konveksi dan salah satunya adalah masuknya investor dari Jepang dengan mendirikan Pabrik Garment untuk memenuhi kebutuhan ekspor tekstil Indonesia. Hasil industri tesktil dan tenun meliputi sarung tenun, sarung palekat, kaos kaki dan goyor. Sementara itu kerajinan gerabah, sapu glagah, kerajinan kulit ular juga telah mampu menembus pasaran ekspor ke singapura dan Malaysia.

Kabupaten Pemalang memiliki posisi yang strategis, baik dari sisi perdagangan maupun pemerintahan. Dan menyimpan potensi sumber daya alam dengan panorama keindahan alam yang memikat serta sumber daya manusia yang sangat besar menjadikan Kabupaten Pemalang sebagai sebuah potensi laksana permata yang terpendam yang siap untuk digali.

Topograf alamnya yang berupa dataran pantai , dataran rendah, dataran tinggi serta daerah pegunungan sehingga menjadikan tanah di Kabupaten Pemalang memiliki tanah yang subur dengan panorama yang asri dan indah sangat tepat untuk berwisata maupun melakukan kegiatan-kegiatan pecinta alam.

Ternak seperti Sapi Potong, Sapi Perah, Kambing, Domba, Kerbau, Kuda, Ayam Buras, Ayam Petelur, Ayam Pedaging dan Itik, Burung Puyuh, Burung Dara sangat cocok dikembangkan di Kabupaten ini.

Menyadari besarnya potensi yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Pemalang mengembangkan budidaya ikan dan biota air laut. Selain juga berupa perikanan darat berupa Tambak, Kolam, Karamba, dan budidaya biota air tawar.

Dengan areal tambak seuas 1.728 hektar komoditas yang dikembangkan berupa Bandeng, Udang Windu dan Kepiting Soka. Sedangkan produk perikanan laut yang mempunyai nilai jual tinggi diantaranya berupa Ikan Teri Nasi, Udang, Rajungan dan Bawal Putih.

Sektor pertanian dengan lahan sawah seluas 38.617 hektar dan lahan kering 23.813 hektar masih menjadi tulang punggung perekonomian di Kabupaten ini, komoditas yang menonjol untuk tanaman pangan adalah Padi, Ketela Pohon dan Jagung, Sayur-sayuran, Bawang Merah, Cabai Merah dan Ketimun. Sedangkan produksi buah-buahan adalah Nanas Batu, Pisang dan Mangga.

Salah satu andalan Kabupaten Pemalang adalah “Teh” dengan produksi sebesar 927,53 ton, dengan luas area perkebunan sebesar 15.713 hektar. Produksi perkebunan andalan lainnya adalah Tebu, Kelapa Sayur, Glagah Arjuna, Cengkeh, Kopi, Tembakau, Kakao, Lada, Nilam, dan Karet tumbuh subur di Kabupaten ini.

Berbagai kategori hutan tersedia di Kabupaten ini seperti Hutan Lindung, Hutan Suaka Alam dan Wisata, Hutan Produksi Tetap, Hutan Produksi Terbatas, Hutan Bakau dan Hutan Rakyat. Hasil kehutanan antara lain Kayu Jati, Kayu Albasia, Kayu Mahoni dan juga Getah Pinus.

Kesenian daerah berupa Wayang, Kesenian Krangkeng, Kuda Lumping dan Sintren. Dilengkapi dengan sarana akomodasi hotel serta rumah makan yang menyajikan banyak makanan khas seperti Sate Loso, Nasi Grombyang, Kepiting Gemes, Apem Comal, Kamir Pemalang dan aneka masakan hasil laut yang pastinya akan memanjakan lidah anda para pecinta wisata kuliner. Sementara itu pasar buah khas Pemalang serta pusat grosir tenun, batik dan kerajinan memberikan banyak pilihan buah tangan khas Pemalang.

Kabupaten Pemalang memiliki sejumlah obyek wisata yang memliki prospek yang sangat bagus untuk dikembangkan. Beberapa jenis obyek wisata yang dimiliki terdiri dari obyek pegunungan, pantai, air terjun, maupun obyek wisata buatan.

Pantai Widuri, Widuri Waterpark, Pantai Blendung, Pantai Joko Tingkir, Gunung Gajah, Goa Gunung Wangi, Curug Sibedil, Curung Barong, Bukit Mendelem, Telaga Rengganis, Telaga Silating, Kolam Renang Banyumudal Moga, Mata Air Cepaka Wulung, Air Terjun Sipendok, Air Terjun Bengkawah, Air Terjun Lawang dan juga Agropolitan Waliksarimadu.

Dengan jumlah penduduk 1.262.013 jiwa, kehidupan masyarakatnya yang religius dan toleran, pekerja keras dan memiliki semangat bergotong royong yang masih cukup kuat memberikan modal sosial yang kokoh bagi masyarakat Pemalang untuk melangkah lebih maju.

Terwujudnya masyarakat Pemalang yang cerdas, sehat, berdaya saing, dan berakhlak mulia dalam kesatuan wilayah Kabupaten Pemalang yang ikhlas, indah komunikatif hijau lancar aman dan sehat merupakan visi Kabupaten Pemalang.

Gambar Peta Infrastruktur Kabupaten Pemalang

peta infrastruktur

 

Gambar Peta Kecamatan Kabupaten Pemalang

peta kecamatan

 

 

Gambar Peta Daera Aliran Sungai (DAS) Pemalang

peta daerah aliran sungai

 

KABUPATEN BATANG

Peta Infrastruktur Kabupaten Batang

Kabupaten Batang terletak pada 6° 51′ 46″ sampai 7° 11′ 47″ Lintang Selatan dan antara 109° 40′ 19″ sampai 110° 03′ 06″ Bujur Timur di pantai utara Jawa Tengah dan berada pada jalur utama yang menghubungkan Jakarta-Surabaya. Luas daerah 78.864,16 Ha. Batas-batas wilayahnya sebelah utara Laut Jawa, sebelah timur Kabupaten Kendal, sebelah selatan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, sebelah barat Kota dan Kabupaten Pekalongan.
Posisi tersebut menempatkan wilayah Kabupaten Batang, utamanya Ibu Kota Pemerintahannya pada jalur ekonomi pulau Jawa sebelah utara. Arus transportasi dan mobilitas yang tinggi di jalur pantura memberikan kemungkinan Kabupaten Batang berkembang cukup prospektif di sektor jasa transit dan transportasi.
Kondisi Wilayah
 
Kondisi wilayah Kabupaten Batang merupakan kombinasi antara daerah pantai, dataran rendah dan pegunungan. Dengan kondisi ini Kabupaten Batang mempunyai potensi yang sangat besar untuk agroindustri, agrowisata dan agrobisnis.
Peta Kabupaten Batang
Jarak Kabupaten Batang dengan daerah-daerah lain :
 
  • Pekalongan : 9 Km
  • Pemalang : 43 Km
  • Tegal : 72 Km
  • Cirebon : 144 Km
  • Jakarta : 392 Km
  • Kendal : 64 Km
  • Semarang : 93 Km
  • Surabaya : 480 Km
Topografi
 
Keadaan topografi wilayah Kabupaten Batang terbagi atas tiga bagian yaitu pantai, dataran rendah dan wilayah pegunungan. Ada lima gunung dengan ketinggian rata-rata diatas 2000 m, yaitu :
  • Gunung Prau : 2.565 mdpl
  • Gunung Sipandu : 2.241 mdpl
  • Gunung Gajah Mungkur : 2.101 mdpl
  • Gunung Alak : 2.239 mdpl
  • Gunung Butak : 2.222 mdpl
Kondisi wilayah yang merupakan kombinasi antara daerah pantai, dataran rendah dan pengunungan di Kabupaten Batang merupakan potensi yang amat besar untuk dikembangkan pembangunan daerah bercirikan agroindustri. agrowisata dan agrobisnis. Wilayah Kabupaten Batang sebelah selatan yang bercorak pegunungan misalnya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi wilayah pembangunan dengan basis agroindustri dan agrowisata. Basis agroindustri ini mengacu pada berbagai macam hasil tanaman perkebunan seperti : teh, kopi, coklat dan sayuran. Selain itu juga memiliki potensi wisata alam yang prospektif di masa datang.
Peta Wisata Kabupaten Batang
Keadaan dan Pemanfaatan Tanah
 
Wilayah yang sebagian besar adalah pegunungan dengan susunan tanah sebagai berikut : latosol 69,66%; andosol 13,23%; alluvial 11,47% dan podsolik 5,64%. Susunan tanah tersebut mempengaruhi pemanfaatan tanah yang sebagian besar ditujukan untuk budidaya hutan, perkebunan dan pertanian. Adapun penguasaan hutan dan perkebunan mayoritas di tangan Negara. Sedangkan pertanian baik kering maupun basah (irigasi sederhana dan irigasi teknis) dilakukan oleh warga setempat.
Perubahan areal pemanfaatan tanah sangat stagnan, walaupun Kabupaten Batang terletak di jalur ekonomi. Lebih kurang 60% diusahakan sebagai hutan, perkebunan dan areal pertanian yang memberikan hasil komoditi berupa kayu jati, kayu rimba, karet, teh, coklat, kapuk randu dan hasil pertanian lainnya.
Pembagian Wilayah Administratif
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Pembentukan Kecamatan Kabupaten Batang, jumlah kecamatan di Kabupaten Batang yang semula 12 kecamatan berubah menjadi 15 kecamatan. Pemekaran wilayah ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Batang sebagai upaya untuk menghadapi tantangan dan permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat khususnya pada tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Sedangkan tujuannya adalah untuk:
  1. Meningkatkan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kecamatan,
  2. Meningkatkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,
  3. Meningkatkan dan memparcepat pemerataan pembangunan.